Sabtu, 19 September 2015

Dampak Teknologi Terhadap 4 Bidang Kehidupan Masyarakat (Ekonomi, Politik, Budaya Dan Sosial)

          Berbicara mengenai teknologi, dewasa ini keberadaan teknologi sudah sangat mendarah daging dan tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia atau masyarakat modern. Salah satu faktor kenapa banyak orang tidak bisa lepas dari teknologi adalah karena teknologi berperan untuk membantu mempermudah kehidupan. Bahkan tidak hanya dalam satu bidang kehidupan saja  tetapi hampir diseluruh bidang kehidupan, banyak orang bergantung pada bantuan teknologi. 

            Namun, keberadaan teknologi tidak selamanya membawa dampak yang diinginkan. Banyak hal-hal yang mulai bergeser dan berubah karena penggunaan teknologi, seperti pada beberapa bidang penting  dalam kehidupan masyarakat seperti berikut ini.

1.   Dampak Teknologi Terhadap Bidang Ekonomi

Dengan adanya teknologi seperti smartphone ataupun tablet, penggunaan media sosial menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh banyak orang termasuk untuk melakukan transaksi ekonomi. Contohnya dengan adanya media sosial, transaksi jual beli bisa dilakukan secara online. Banyak situs-situs yang menyediakan layanan jual beli online dengan harga yang terjangkau, mudah dan aman sehingga membantu masyarakat untuk mempermudah dalam hal berbelanja tanpa harus repot-repot pergi ke toko atau tempat barang tersebut dijual, bahkan dengan adanya bantuan teknologi berbasis media sosial ini, telah banyak menghasilkan wirausahawan-warausahawan muda dan kreatif sehingga dapat menambah pemasukan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis jual beli online. Keberadaan teknologi juga membantu promosi produk tidak lagi ditawarkan secara manual oleh salesman tetapi promosi dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, facebook, twitter, dan lain sebagainya sehingga bisa lebih menghemat biaya promosi. Hal ini sangat membantu mengurangi beban pembiayaan terutama bagi usaha-usaha kecil dan menengah.

Namun disisi lain, kehadiran tekonologi sendiri tidak selalu berjalan baik.  Contohnya, akibat dari penggunaan teknologi yang kurang atau bahkan tidak bijak, transaksi jual beli online sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak penipuan terhadap konsumen-konsumennya. Mulai dari tidak mengirimkan barang yang dipesan, mengirimkan barang yang rusak atau palsu, dan lain sebagainya yang tentu saja merugikan kosumen. Kemudian, keberadaan teknologi khususnya smartphone, dan alat-alat komunikasi canggih lainnya mendorong masyarakat untuk bersikap konsumtif. Biasanya, berapapun harga smartphone atau alat-alat komunikasi canggih yang ditawarkan pasti akan banyak orang yang membelinya tanpa peduli status ekonomi mereka berada di golongan yang mana. Bahkan ada beberapa golongan kecil dan menengah yang justru gila-gilaan mencari uang bahkan melakukan pinjaman atau kredit hanya untuk membeli sebuah smartphone. Kemudian dengan semakin berkembang pesatnya teknologi, maka persaingan di dunia kerja juga menuntut adanya penguasaan terhadap teknologi tersebut, bahkan banyak perusahaan-perusahaan yang menerapkan syarat-syarat penguasaan teknologi informasi sebagai salah satu syarat agar bisa bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut. Alhasil, orang-orang yang menguasai bidang teknologi dan informasi cenderung lebih mudah bersaing di dunia kerja dibandingkan dengan orang-orang yang gaptek.


2.   Dampak Teknologi Terhadap Bidang Politik

Ketika kita membicarakan politik, tidak lagi monoton membicarakan kampanye, kebijakan dan program-program pemerintah secara face to face ataupun hanya melalui saluran televisi dan radio. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kampanye bisa dilakukan lewat media sosial seperti instagram, facebook, twitter, youtube, dan lain sebagainya. Selain itu, kebijakan pemerintah juga lebih mudah untuk disampaikan bahkan masyarakat juga bisa ikut andil memberikan ide dan gagasan serta kritik secara langsung kepada akun-akun pemerintahan yang bersangkutan, kemudian program-program dan rencana kerja yang akan ataupun  sedang  dilakukan dapat diberitahukan kepada masyarakat luas sehingga masyarakat bisa ikut mengetahui apa saja yang sedang dikerjakan oleh pemerintah dan terkadang ikut menambahkan ide dan gagasan terhadap program-program tersebut. Dengan menggunakan teknologi, pemerintah dan masyarakat bisa menjadi lebih dekat dan masalah yang dihadapi bisa lebih cepat untuk dimusyawarahkan.

Namun demikian, adanya teknologi-teknologi tersebut juga bisa dijadikan ajang pencitraan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, dengan adanya teknologi masyarakat semakin bebas untuk mengutarakan pendapatnya bahkan tak ragu untuk menghujat pemerintah bahkan presiden sendiri di media sosial karena  hal tersebut dianggap sebagai  bentuk kebebasan berpendapat atau demokrasi padahal sebenarnya hal tersebut tidak dibenarkan karena demokrasi yang dimaksud oleh masyarakat sekarang cenderung mengarah kepada kebebasan yang sebebas-bebasnya alias liberalisme.


       3.  Dampak Teknologi Terhadap Bidang Budaya

Dengan bantuan teknologi, kebudayaan Indonesia bisa lebih mudah untuk diperkenalkan kepada dunia. Bahkan dengan langkah kecil sekalipun seperti mengunggah foto-foto dan video  di media sosial, orang asing bisa ikut melihat dan menikmatinya. Kemudian kita juga bisalebih mudah untuk bertukar informasi seputar kebudayaan antar  masing-masing daerah ataupun antar negara sehingga memungkinkan kita untuk memperbaiki dan memodifikasi kebudayaan yang ada agar tidak monoton.

Namun, karena kemudahan yang diberikan oleh bantuan teknologi membuat budaya asing juga lebih mudah untuk masuk ke Indonesia seperti misalnya fenomena film-film dan kebudayaan turki yang sekarang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Sebelum-sebelumnya ada budaya Korean Wave dan India yang masuk dan digilai oleh banyak masyarakat Indonesia. Kehadiran budaya-budaya asing tersebut dan kemudahan untuk mengaksesnya mengakibatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia menjadi jauh berkurang karena banyak masyarakat yang terdokrin oleh faham bahwa budaya negara lain lebih indah, lebih maju dan lebih baik daripada budaya Indonesia. Selain dari budaya yang berkaitan dengan  adat istiadat, ada budaya lain yang ikut bergeser ataupun berubah ke arah yang cenderung negatif contohnya karena pengaruh dari teknologi, budaya gotong royong di dalam masyarakat mulai semakin memudar terutama di kalangan masyarakat perkotaan, masyarakat sudah menganut budaya individualis dan cenderung apatis terhadap keadaan sekitarnya. Kemerosotan moral atau degradasi moral juga semakin tidak terelakan di dalam kehidupan masyarakat Indonesia, budaya malu sudah tidak lagi diperhatikan. Orang bebas mau melakukan apa saja karena beranggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hak asasi.


      4.  Dampak Teknologi Terhadap Bidang  Sosial

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maka cara manusia untuk berkomunikasi semakin beragam. Kita tidak lagi bergantung pada telepon dan sms untuk berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain. Kita bisa bertukar foto, video, bertukar cerita, memainkan game bahkan bertukar ilmu dan pengetahuan. Selain itu, dengan adanya teknologi kita bisa tahu apa yang sedang terjadi di dunia ini, ketika orang lain tertimpa musibah kita bisa ikut mendoakannya bahkan kita tidak hanya bisa memberikan bantuan moriil tetapi juga bisa memberikan bantuan materiil jika kita mau dan mampu.

Namun lagi-lagi, keberadaan teknologi telah membuat kondisi sosial di masyarakat bergeser bahkan berubah. Contohnya, manusia menjadi lebih senang berkomunikasi di dunia maya dibanding face to face secara langsung. Hal ini menyebabkan mereka menjadi pribadi yang individualis bahkan autis alias sering asyik dengan dunia sendiri dan mengabaikan lingkungan dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Istilahnya, teknologi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.  Kemajuan teknologi juga berdampak buruk pada psikologis penggunanya. Banyak orang yang ketergantungan dengan teknologi terutama ketergantungan gadget seperti smartphone. ketika berkumpul dengan teman-teman sejawat, orang-orang tetap sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Anak-anak juga tidak luput menjadi korban dari kemajuan teknologi informasi. Anak-anak  yang dahulu sering main permainan tradisional, ataupun berkumpul dengan teman-teman sebayanya kini lebih gemar bermain playstation ataupun game online bahkan chatting dengan orang asing yang bahkan tidak mereka kenal.Yang semakin memprihatinkan adalah anak-anak dengan mudahnya dapat mengakses situs-situs berbahaya seperti pornografi, pornoaksi dan juga kekerasan. Tingkat kreatifitas dan kecerdasan anak-anak juga semakin berkurang, akibatnya IQ,EQ dan SQ anak-anak sekarang banyak yang bermasalah. 

Selain itu, kini keberadaan teknologi bukan lagi hanya sebagai kebutuhan tetapi juga sebagai gaya hidup. Akibatnya kesenjangan sosial tidak dapat terelakkan. Orang berlomba-lomba untuk menggunakan gadget paling mahal dan paling canggih, keberadaan teknologi dijadikan sebagai ajang pamer bagi beberapa kalangan. Bahkan sampai memunculkan istilah sosialita. teknologi juga melahirkan istilah-istilah baru seperti bullying dan bashing. Penggunaan Istilah tersebut  semakin marak bahkan menjadi hal yang lumrah di media sosial, Masyarakat cenderung menjadi tidak mudah mentolerir kesalahan orang lain, main hakim sendiri bahkan gemar main hujat menghujat dan membenci orang-orang yang tidak bersalah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar