Berbicara
mengenai teknologi, dewasa ini keberadaan teknologi sudah sangat mendarah
daging dan tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia atau masyarakat
modern. Salah satu faktor kenapa banyak orang tidak bisa lepas dari teknologi adalah
karena teknologi berperan untuk membantu mempermudah kehidupan. Bahkan tidak
hanya dalam satu bidang kehidupan saja
tetapi hampir diseluruh bidang kehidupan, banyak orang bergantung pada
bantuan teknologi.
Namun, keberadaan teknologi tidak
selamanya membawa dampak yang diinginkan. Banyak hal-hal yang mulai bergeser
dan berubah karena penggunaan teknologi, seperti pada beberapa bidang penting dalam kehidupan masyarakat seperti berikut
ini.
Dengan adanya teknologi seperti
smartphone ataupun tablet, penggunaan media sosial menjadi sesuatu yang
dibutuhkan oleh banyak orang termasuk untuk melakukan transaksi ekonomi.
Contohnya dengan adanya media sosial, transaksi jual beli bisa dilakukan secara
online. Banyak situs-situs yang menyediakan layanan jual beli online dengan
harga yang terjangkau, mudah dan aman sehingga membantu masyarakat untuk
mempermudah dalam hal berbelanja tanpa harus repot-repot pergi ke toko atau
tempat barang tersebut dijual, bahkan dengan adanya bantuan teknologi berbasis
media sosial ini, telah banyak menghasilkan wirausahawan-warausahawan muda dan
kreatif sehingga dapat menambah pemasukan bagi orang-orang yang berkecimpung
dalam bisnis jual beli online. Keberadaan teknologi juga membantu promosi
produk tidak lagi ditawarkan secara manual oleh salesman tetapi promosi
dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, facebook,
twitter, dan lain sebagainya sehingga bisa lebih menghemat biaya promosi. Hal
ini sangat membantu mengurangi beban pembiayaan terutama bagi usaha-usaha kecil
dan menengah.
Namun disisi lain, kehadiran tekonologi
sendiri tidak selalu berjalan baik. Contohnya,
akibat dari penggunaan teknologi yang kurang atau bahkan tidak bijak, transaksi
jual beli online sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab
untuk melakukan tindak penipuan terhadap konsumen-konsumennya. Mulai dari tidak
mengirimkan barang yang dipesan, mengirimkan barang yang rusak atau palsu, dan
lain sebagainya yang tentu saja merugikan kosumen. Kemudian,
keberadaan teknologi khususnya smartphone, dan alat-alat komunikasi canggih
lainnya mendorong masyarakat untuk bersikap konsumtif. Biasanya, berapapun
harga smartphone atau alat-alat komunikasi canggih yang ditawarkan pasti akan
banyak orang yang membelinya tanpa peduli status ekonomi mereka berada di
golongan yang mana. Bahkan ada beberapa golongan kecil dan menengah yang justru
gila-gilaan mencari uang bahkan melakukan pinjaman atau kredit hanya untuk
membeli sebuah smartphone. Kemudian dengan semakin berkembang pesatnya
teknologi, maka persaingan di dunia kerja juga menuntut adanya penguasaan
terhadap teknologi tersebut, bahkan banyak perusahaan-perusahaan yang
menerapkan syarat-syarat penguasaan teknologi informasi sebagai salah satu
syarat agar bisa bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut. Alhasil,
orang-orang yang menguasai bidang teknologi dan informasi cenderung lebih mudah
bersaing di dunia kerja dibandingkan dengan orang-orang yang gaptek.
Ketika kita membicarakan politik, tidak
lagi monoton membicarakan kampanye, kebijakan dan program-program pemerintah secara
face to face ataupun hanya melalui saluran televisi dan radio. Dengan perkembangan
teknologi yang semakin pesat, kampanye bisa dilakukan lewat media sosial
seperti instagram, facebook, twitter, youtube, dan lain sebagainya. Selain itu,
kebijakan pemerintah juga lebih mudah untuk disampaikan bahkan masyarakat juga bisa
ikut andil memberikan ide dan gagasan serta kritik secara langsung kepada
akun-akun pemerintahan yang bersangkutan, kemudian program-program dan rencana
kerja yang akan ataupun sedang dilakukan dapat diberitahukan kepada
masyarakat luas sehingga masyarakat bisa ikut mengetahui apa saja yang sedang
dikerjakan oleh pemerintah dan terkadang ikut menambahkan ide dan gagasan terhadap
program-program tersebut. Dengan menggunakan teknologi, pemerintah dan
masyarakat bisa menjadi lebih dekat dan masalah yang dihadapi bisa lebih cepat
untuk dimusyawarahkan.
Namun demikian, adanya
teknologi-teknologi tersebut juga bisa dijadikan ajang pencitraan oleh
oknum-oknum yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, dengan adanya
teknologi masyarakat semakin bebas untuk mengutarakan pendapatnya bahkan tak
ragu untuk menghujat pemerintah bahkan presiden sendiri di media sosial karena hal tersebut dianggap sebagai bentuk kebebasan berpendapat atau demokrasi
padahal sebenarnya hal tersebut tidak dibenarkan karena demokrasi yang dimaksud
oleh masyarakat sekarang cenderung mengarah kepada kebebasan yang
sebebas-bebasnya alias liberalisme.
3. Dampak
Teknologi Terhadap Bidang Budaya
Dengan bantuan teknologi, kebudayaan
Indonesia bisa lebih mudah untuk diperkenalkan kepada dunia. Bahkan dengan
langkah kecil sekalipun seperti mengunggah foto-foto dan video di media sosial, orang asing bisa ikut melihat
dan menikmatinya. Kemudian kita juga bisalebih mudah untuk bertukar informasi
seputar kebudayaan antar masing-masing
daerah ataupun antar negara sehingga memungkinkan kita untuk memperbaiki dan
memodifikasi kebudayaan yang ada agar tidak monoton.
Namun, karena kemudahan yang diberikan
oleh bantuan teknologi membuat budaya asing juga lebih mudah untuk masuk ke
Indonesia seperti misalnya fenomena film-film dan kebudayaan turki yang
sekarang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Sebelum-sebelumnya ada
budaya Korean Wave dan India yang masuk dan digilai oleh banyak masyarakat
Indonesia. Kehadiran budaya-budaya asing tersebut dan kemudahan untuk
mengaksesnya mengakibatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia
menjadi jauh berkurang karena banyak masyarakat yang terdokrin oleh faham bahwa
budaya negara lain lebih indah, lebih maju dan lebih baik daripada budaya Indonesia.
Selain dari budaya yang berkaitan dengan adat istiadat, ada budaya lain yang ikut
bergeser ataupun berubah ke arah yang cenderung negatif contohnya karena
pengaruh dari teknologi, budaya gotong royong di dalam masyarakat mulai semakin
memudar terutama di kalangan masyarakat perkotaan, masyarakat sudah menganut
budaya individualis dan cenderung apatis terhadap keadaan sekitarnya.
Kemerosotan moral atau degradasi moral juga semakin tidak terelakan di dalam
kehidupan masyarakat Indonesia, budaya malu sudah tidak lagi diperhatikan.
Orang bebas mau melakukan apa saja karena beranggapan bahwa apa yang mereka
lakukan adalah hak asasi.
4. Dampak
Teknologi Terhadap Bidang Sosial
Dengan perkembangan teknologi yang
semakin pesat, maka cara manusia untuk berkomunikasi semakin beragam. Kita
tidak lagi bergantung pada telepon dan sms untuk berkomunikasi jarak jauh
dengan orang lain. Kita bisa bertukar foto, video, bertukar cerita, memainkan
game bahkan bertukar ilmu dan pengetahuan. Selain itu, dengan adanya teknologi
kita bisa tahu apa yang sedang terjadi di dunia ini, ketika orang lain tertimpa
musibah kita bisa ikut mendoakannya bahkan kita tidak hanya bisa memberikan
bantuan moriil tetapi juga bisa memberikan bantuan materiil jika kita mau dan
mampu.
Namun lagi-lagi, keberadaan teknologi
telah membuat kondisi sosial di masyarakat bergeser bahkan berubah. Contohnya,
manusia menjadi lebih senang berkomunikasi di dunia maya dibanding face to face
secara langsung. Hal ini menyebabkan mereka menjadi pribadi yang individualis
bahkan autis alias sering asyik dengan dunia sendiri dan mengabaikan lingkungan
dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Istilahnya, teknologi menjauhkan yang
dekat dan mendekatkan yang jauh. Kemajuan
teknologi juga berdampak buruk pada psikologis penggunanya. Banyak orang yang
ketergantungan dengan teknologi terutama ketergantungan gadget seperti
smartphone. ketika berkumpul dengan teman-teman sejawat, orang-orang tetap
sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Anak-anak juga tidak luput menjadi korban
dari kemajuan teknologi informasi. Anak-anak
yang dahulu sering main permainan tradisional, ataupun berkumpul dengan
teman-teman sebayanya kini lebih gemar bermain playstation ataupun game online
bahkan chatting dengan orang asing yang bahkan tidak mereka kenal.Yang semakin
memprihatinkan adalah anak-anak dengan mudahnya dapat mengakses situs-situs
berbahaya seperti pornografi, pornoaksi dan juga kekerasan. Tingkat kreatifitas
dan kecerdasan anak-anak juga semakin berkurang, akibatnya IQ,EQ dan SQ
anak-anak sekarang banyak yang bermasalah.
Selain itu, kini keberadaan teknologi
bukan lagi hanya sebagai kebutuhan tetapi juga sebagai gaya hidup. Akibatnya
kesenjangan sosial tidak dapat terelakkan. Orang berlomba-lomba untuk
menggunakan gadget paling mahal dan paling canggih, keberadaan teknologi
dijadikan sebagai ajang pamer bagi beberapa kalangan. Bahkan sampai memunculkan
istilah sosialita. teknologi juga melahirkan istilah-istilah baru seperti
bullying dan bashing. Penggunaan Istilah tersebut semakin marak bahkan menjadi hal yang lumrah
di media sosial, Masyarakat cenderung menjadi tidak mudah mentolerir kesalahan
orang lain, main hakim sendiri bahkan gemar main hujat menghujat dan membenci orang-orang
yang tidak bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar